(MTsN 5 Nganjuk) - Selepas
pelaksanaan acara halal bihalal, MTsN 5 Nganjuk kembali menghadirkan kegiatan
yang penuh makna melalui Gebyar Idul Fitri. Kegiatan ini menjadi momen lanjutan
untuk mempererat tali silaturahmi antar siswa dengan suasana yang lebih
interaktif dan menyenangkan. Seluruh warga madrasah turut antusias mengikuti
rangkaian acara yang sarat nilai kebersamaan ini.
Gebyar Idul Fitri diwujudkan
dalam bentuk kegiatan anjangsana atau kunjungan antar kelas. Setiap kelas
secara bergantian mengunjungi kelas lainnya untuk bersilaturahmi dan saling
bermaafan. Suasana hangat dan penuh kekeluargaan begitu terasa saat para siswa
saling menyapa dan berjabat tangan.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan
ini memiliki aturan khusus yang harus dipatuhi oleh seluruh peserta. Salah satu
aturan utama adalah kelas yang dikunjungi bertindak sebagai tuan rumah dan
wajib menyediakan hidangan berupa kue dan minuman. Hidangan tersebut disajikan
layaknya tradisi masyarakat dalam merayakan Hari Raya Idul Fitri.
Keberadaan hidangan ini tidak
hanya sebagai bentuk jamuan, tetapi juga sebagai simbol penghormatan kepada
tamu yang datang. Para siswa belajar tentang pentingnya menjamu tamu dengan
baik serta menumbuhkan sikap saling menghargai. Hal ini menjadikan kegiatan
tidak hanya seru, tetapi juga edukatif.
Selain itu, terdapat aturan kedua
yang tidak kalah penting, yaitu seluruh komunikasi selama kegiatan berlangsung
harus menggunakan bahasa Jawa krama halus. Aturan ini bertujuan untuk melatih
siswa dalam bertutur kata yang sopan dan santun sesuai dengan budaya lokal.
Penggunaan bahasa Jawa krama
halus juga menjadi sarana pelestarian budaya daerah di kalangan generasi muda.
Para siswa dituntut untuk lebih berhati-hati dalam berbicara, sehingga tercipta
suasana yang penuh unggah-ungguh dan rasa hormat antar sesama.
Dengan adanya Gebyar Idul Fitri
ini, MTsN 5 Nganjuk berhasil menghadirkan kegiatan yang tidak hanya mempererat
silaturahmi, tetapi juga menanamkan nilai-nilai budaya dan etika kepada siswa.
Diharapkan kegiatan semacam ini dapat terus dilestarikan sebagai bagian dari
pembentukan karakter generasi muda yang berakhlak mulia. (Atoillah/Photo:
Humas)









